Republiktv- Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan, Senin (15/6/2026), untuk meninjau pelaksanaan program prioritas nasional Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat memastikan implementasi program strategis nasional berjalan optimal di daerah. Dalam agenda tersebut, Hanif didampingi sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, antara lain Kepala Bappeda Kalsel, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan, Kepala Dinas Kehutanan, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).
Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Bupati Hulu Sungai Selatan H. Syafrudin Noor, Wakil Bupati H. Suriani, unsur Forkopimda, dan jajaran pemerintah daerah. Setelah penyambutan, rombongan melanjutkan kegiatan dengan meninjau lahan pertanian sekaligus mengikuti panen padi di Desa Batang Kulur Tengah, Kecamatan Sungai Raya.
Dalam keterangannya, Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa Kalimantan Selatan memiliki posisi strategis sebagai salah satu penyangga ketahanan pangan di Pulau Kalimantan. Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025, provinsi tersebut ditetapkan sebagai salah satu wilayah prioritas dalam percepatan pengembangan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional.
Menurut Hanif, keberhasilan mewujudkan swasembada pangan membutuhkan sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, hingga para petani di lapangan.
“Swasembada pangan itu bukan sekadar cita-cita, tetapi sesuatu yang nyata dan bisa dicapai apabila seluruh pihak mampu berkolaborasi, merencanakan dengan baik, dan melaksanakan program secara efektif. Di Hulu Sungai Selatan saya melihat seluruh komponen pendukung sudah tersedia dan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia mengapresiasi kesiapan Kabupaten Hulu Sungai Selatan dalam mendukung program nasional tersebut. Menurutnya, pengelolaan sektor pertanian yang dilakukan pemerintah daerah menunjukkan hasil positif dan berpotensi menjadi contoh bagi daerah lain dalam meningkatkan produktivitas pangan.
Selain itu, Hanif menekankan pentingnya pengawasan dan pendampingan dari seluruh pemangku kepentingan agar pelaksanaan program KSPEAN berjalan sesuai ketentuan serta terhindar dari berbagai persoalan hukum.
Ia juga mendorong agar keberhasilan sektor pertanian terus dipublikasikan kepada masyarakat sebagai bentuk edukasi sekaligus motivasi bagi generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.
“Panen-panen seperti ini perlu terus disampaikan kepada publik. Ketika masyarakat melihat pertanian mampu menghasilkan keuntungan dan prospek yang baik, maka minat untuk berusaha di sektor ini akan semakin tumbuh,” katanya.
Sementara itu, Bupati Hulu Sungai Selatan H. Syafrudin Noor menyambut baik kunjungan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan ke daerahnya. Menurutnya, perhatian pemerintah pusat menjadi dorongan penting bagi daerah untuk terus meningkatkan kinerja sektor pertanian.
Syafrudin menjelaskan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan memiliki sekitar 35 ribu hektare lahan pertanian yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung produksi pangan di Kalimantan Selatan. Dengan pola tanam yang diterapkan, sebagian besar lahan mampu menghasilkan panen hingga dua kali dalam setahun.
Ke depan, pemerintah daerah akan lebih fokus pada peningkatan produktivitas lahan dibandingkan perluasan areal pertanian. Langkah tersebut dinilai lebih efektif dalam mendukung peningkatan produksi pangan secara berkelanjutan.
“Saat ini rata-rata produktivitas padi di Hulu Sungai Selatan berada di kisaran 4,7 ton per hektare. Kami menargetkan peningkatan hingga mendekati 9,6 ton per hektare melalui pemanfaatan teknologi pertanian, peningkatan kualitas benih, dan pendampingan yang lebih intensif kepada petani,” jelasnya.
Menurut Syafrudin, peningkatan produktivitas pertanian merupakan strategi utama dalam memperkuat peran Hulu Sungai Selatan sebagai salah satu lumbung pangan Kalimantan Selatan, sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional yang menjadi prioritas pemerintah pusat.
Sumber:MCKalsel

