Republiktv- Memasuki usia ke-76 tahun, Kabupaten Banjar terus memperkuat investasi sebagai salah satu instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Penanaman modal dinilai memiliki peran penting dalam meningkatkan kapasitas produksi barang dan jasa, membuka peluang kerja baru, sekaligus memperluas rantai pasok dan pasar bagi produk lokal.
Geliat tersebut tercermin dari perkembangan realisasi investasi Kabupaten Banjar dalam lima tahun terakhir. Meski sempat mengalami penurunan, kinerja investasi kembali menunjukkan tren positif dan mencapai puncaknya pada 2025.
Investasi Tumbuh hingga Rp2,65 Triliun
Pada 2021, Kabupaten Banjar berhasil merealisasikan investasi sebesar Rp1,658 triliun, melampaui target Rp1,429 triliun.
Namun, pada 2022, realisasi investasi turun cukup tajam menjadi Rp438,91 miliar, atau 30,71 persen dari target Rp1,429 triliun.
Kinerja investasi kemudian mulai membaik pada 2023. Realisasi meningkat menjadi Rp1,215 triliun, dengan capaian 84,18 persen dari target Rp1,443 triliun.
Tren positif berlanjut pada 2024. Realisasi investasi mencapai Rp1,318 triliun dari target Rp1,458 triliun.
Puncaknya terjadi pada 2025. Realisasi investasi melonjak menjadi Rp2.650.482.892.803, jauh melampaui target Rp1,472 triliun.
Capaian tersebut menjadi realisasi investasi tertinggi dalam lima tahun terakhir.


Perdagangan Jadi Penopang Utama
Besarnya realisasi investasi tersebut ditopang berbagai sektor kegiatan usaha. Berdasarkan nilai realisasi investasi 2025, sektor perdagangan dan reparasi menjadi salah satu sektor dengan kontribusi investasi terbesar di Kabupaten Banjar.
Selain perdagangan dan reparasi, investasi juga bergerak pada sektor jasa lainnya, pertambangan, tanaman pangan dan perkebunan, serta perumahan, kawasan industri dan perkantoran.
Untuk PMA, lima sektor dengan realisasi investasi terbesar adalah perdagangan dan reparasi, jasa lainnya, pertambangan, industri kimia dan farmasi, serta industri makanan.
Sedangkan PMDN terbesar berasal dari sektor perdagangan dan reparasi, pertambangan, jasa lainnya, tanaman pangan dan perkebunan, serta perumahan, kawasan industri dan perkantoran.


Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa Kabupaten Banjar memiliki daya tarik investasi yang terus tumbuh.
Di usia ke-76 tahun, capaian Rp2,65 triliun menjadi salah satu modal penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah.
Namun, besarnya nilai investasi bukan menjadi tujuan akhir. Tantangan berikutnya adalah memastikan modal yang masuk mampu membuka lapangan kerja, memperkuat usaha masyarakat dan menciptakan nilai tambah bagi daerah.
Memasuki usia ke-76 tahun, tantangan Kabupaten Banjar bukan hanya mempertahankan pertumbuhan investasi, tetapi memastikan setiap modal yang masuk mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, memperkuat dunia usaha dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

