Rapat Paripurna Hari Jadi ke-76 Kalsel Sarat Nuansa Budaya

Komentar
X
Bagikan

Republiktv- Suasana khidmat dan sarat nuansa budaya mewarnai Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalimantan Selatan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026, Rabu (12/8/2026).

Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. Mansyah Addrian, dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin didampingi Ketua TP PKK Provinsi Kalsel Hj. Fathul Jannah Muhidin, serta Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman didampingi Ketua BKOW Provinsi Kalsel drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi.

Sebelum memasuki ruang rapat, Gubernur dan Wakil Gubernur bersama masing-masing istri, serta Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kalsel, diiringi kesenian khas Banjar Sinoman Hadrah. Iringan payung warna-warni, lantunan syair dan selawat Nabi mengantarkan rombongan menuju ruang rapat paripurna.

Nuansa budaya juga terlihat dari busana yang dikenakan. Gubernur, Wakil Gubernur, Ketua dan seluruh Anggota DPRD Kalsel tampil mengenakan pakaian adat Banjar, lengkap dengan laung bagi laki-laki serta kebaya yang dipadukan kain sasirangan bagi perempuan.

Rangkaian rapat diawali penampilan Tari Jajakan Amas dan kesenian Madihin yang semakin menghidupkan suasana khas Banua.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Kalsel menyapa seluruh undangan dan peserta rapat paripurna yang hadir, yang kemudian dilanjutkan sambutan yang disampaikan oleh Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman menyampaikan ucapan selamat Hari Jadi ke-76 kepada seluruh masyarakat Kalimantan Selatan. Ia juga mengapresiasi DPRD, seluruh elemen masyarakat, serta para pendahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan Banua.

Menurut Hasnuryadi, peringatan Hari Jadi ke-76 menjadi momentum untuk menghidupkan tema “Tugul Maharagu, Bagawi Laju, Banua Maju” sebagai semangat bersama dalam menjaga sekaligus memajukan Kalimantan Selatan.

“Tugul Maharagu bermakna giat memelihara, baik memelihara lingkungan, memelihara budaya, maupun memelihara keharmonisan sosial yang selama ini sudah tumbuh baik di daerah kita,” ujar Hasnuryadi.

Sementara “Bagawi Laju” dimaknai sebagai semangat untuk bekerja cepat, tepat, dan menghasilkan sesuatu yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Adapun “Banua Maju” menjadi tujuan dari seluruh ikhtiar tersebut, yakni menghadirkan Kalimantan Selatan yang semakin maju dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Hasnuryadi menilai penggunaan pakaian adat Banjar dalam rapat paripurna menjadi simbol sederhana dari semangat “Tugul Maharagu”, khususnya dalam merawat warisan tradisi dan budaya daerah.

Memasuki usia 76 tahun, pembangunan Kalimantan Selatan disebut merupakan hasil perjalanan panjang yang diwariskan para tokoh, pemimpin, dan pejuang Banua. Semangat tersebut harus diteruskan melalui kerja nyata yang berorientasi pada pelayanan publik, daya saing daerah, pemerataan pembangunan, kelestarian lingkungan, serta penguatan ketahanan pangan dan energi.

Sejumlah capaian daerah sepanjang 2026 turut disampaikan, di antaranya Kalimantan Selatan menjadi satu-satunya daerah di luar Pulau Jawa yang masuk lima besar nasional dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Berkinerja Tinggi. Kalsel juga kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian atau WTP atas pengelolaan keuangan daerah untuk ke-13 kalinya secara berturut-turut.

Pada sektor kesejahteraan masyarakat, Kalsel meraih capaian terbaik regional Kalimantan dan peringkat kedua nasional dalam penanganan stunting dan kemiskinan yang turut disertai insentif fiskal sebesar Rp3 miliar.

Berbagai penghargaan nasional lainnya juga diraih di bidang pendidikan, tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, pengelolaan BUMD, hingga lingkungan hidup.

Hasnuryadi menegaskan, berbagai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen daerah.

“Semua pengakuan itu bukan milik Pemerintah Provinsi semata. Itu adalah hasil kerja bersama DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, pemerintah kabupaten dan kota, Forkopimda, para ulama, dunia usaha, dan seluruh masyarakat Banua,” tegasnya.

Ia berharap peringatan Hari Jadi ke-76 tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh komponen daerah untuk terus bergandengan tangan menjaga dan membangun Banua.

Hasnuryadi juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD Provinsi Kalsel yang selama ini menjalankan fungsi pengawasan sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam mengawal penyelenggaraan pemerintahan yang baik, transparan, efektif, dan akuntabel.

“Mari kita wujudkan tema Hari Jadi ini dalam kerja sehari-hari, dengan bekerja bersama, merangkul semua,” ajaknya.

Peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan pun menjadi pengingat bahwa kemajuan Banua harus berjalan seiring dengan upaya merawat warisan budaya, menjaga keharmonisan sosial, serta memperkuat kerja bersama demi mewujudkan Kalimantan Selatan yang semakin maju.

 

Sumber:AdpimProvKalsel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *