KRI Hiu-634 Bawa Misi Kedaulatan Rupiah ke Pulau-Pulau Terluar Kalimantan Selatan

Komentar
X
Bagikan

Republiktv- Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin mengapresiasi komitmen Bank Indonesia dan TNI Angkatan Laut yang terus menghadirkan layanan keuangan hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan terpencil melalui program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026.

Apresiasi tersebut disampaikan saat melepas keberangkatan KRI Hiu-634 di Dermaga Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Selasa pagi. Kapal perang milik TNI AL itu membawa tim Bank Indonesia untuk mendistribusikan uang rupiah layak edar ke sejumlah pulau terluar di Kalimantan Selatan.

Sebanyak Rp15 miliar uang baru dibawa dalam ekspedisi yang menjadi bagian dari upaya menjaga kedaulatan rupiah sekaligus memastikan masyarakat di wilayah kepulauan memperoleh akses terhadap uang layak edar.

Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin menegaskan bahwa program tersebut tidak hanya berkaitan dengan distribusi uang, tetapi juga menjadi bukti kehadiran negara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat hingga ke daerah yang sulit dijangkau.

“Program ini sangat penting karena tidak hanya mendistribusikan uang rupiah layak edar, tetapi juga menunjukkan komitmen negara dalam melayani masyarakat hingga ke daerah-daerah yang sulit dijangkau,” ujarnya.

Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat dijadwalkan mengunjungi lima pulau, yakni Pulau Karasian, Pulau Karayaan, Pulau Merabatuan, Pulau Matasiri, dan Pulau Laut Timur. Selain menyalurkan uang baru dan menarik uang yang sudah tidak layak edar, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi penggunaan sistem pembayaran digital melalui QRIS.

Muhidin berharap masyarakat di wilayah kepulauan semakin memahami dan memanfaatkan transaksi digital sebagai bagian dari transformasi ekonomi yang inklusif.

“Kami berharap masyarakat di wilayah kepulauan senantiasa diberikan kesehatan dan semakin memahami penggunaan QRIS, sehingga ke depan transaksi digital dapat digunakan secara lebih luas dan berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Muhammad Anwar Bashori, menjelaskan bahwa penyediaan uang kartal yang berkualitas dan terpercaya di seluruh pelosok Indonesia merupakan amanat undang-undang yang harus dijalankan secara konsisten.

Menurutnya, sejak 2012 Bank Indonesia telah melaksanakan program ekspedisi kas keliling yang menjangkau ratusan pulau di Indonesia. Pada tahun ini, BI menargetkan distribusi uang layak edar ke sekitar 650 hingga 670 pulau.

“Negara harus hadir untuk memastikan masyarakat di pulau-pulau terluar mendapatkan akses yang sama terhadap uang rupiah layak edar sebagaimana masyarakat di kota-kota besar,” ujarnya.

Ia menambahkan, selain menjaga kualitas uang yang beredar, distribusi rupiah ke wilayah perbatasan dan kepulauan juga menjadi bagian penting dalam memperkuat kedaulatan negara. Dukungan TNI Angkatan Laut melalui penyediaan kapal perang dinilai sangat membantu pelaksanaan misi tersebut.

Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 menjadi simbol sinergi antara Bank Indonesia dan TNI AL dalam menjaga kedaulatan rupiah sekaligus memastikan layanan keuangan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat hingga ke pelosok negeri. Dengan medan pelayaran yang tidak mudah dan tantangan geografis yang kompleks, misi tersebut diharapkan mampu memperkuat pemerataan ekonomi serta mempertegas kehadiran negara di wilayah terluar Indonesia.

Sumber:wasaka.kalselprov

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *