republiktv,- Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin mengukuhkan jajaran Pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Kalsel periode 2025–2029 dalam acara yang digelar di Calamus Ballroom Rattan Inn Hotel Banjarmasin, Jumat (17/4/2026) malam.
Sebanyak 44 pengurus resmi dilantik oleh Ketua Umum PSMTI Pusat, Wilianto Tanta, untuk mengemban peran organisasi dalam memperkuat persatuan serta mendukung pembangunan daerah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Kalsel H. M. Syarifuddin, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Gubernur Muhidin menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendorong pembangunan sekaligus menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman.
“Pembangunan tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Perlu dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi seperti PSMTI,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya persatuan tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun golongan sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
“Kebersamaan adalah kunci. Perbedaan justru harus menjadi kekuatan untuk membangun Kalimantan Selatan,” tegasnya.
Muhidin berharap kepengurusan baru PSMTI mampu menjaga soliditas organisasi dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap PSMTI dapat menjadi jembatan persatuan dan terus berperan aktif dalam pembangunan Banua,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum PSMTI Pusat, Wilianto Tanta, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Kalsel terhadap organisasi tersebut. Ia menilai sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat menjadi faktor penting dalam memperkuat peran sosial di tengah masyarakat.
“PSMTI harus menjadi perekat kebangsaan, memperkuat toleransi, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” ujarnya.
Ia juga berharap kepengurusan baru dapat bekerja secara solid, adaptif, dan mampu menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Sebagai informasi, PSMTI merupakan organisasi kemasyarakatan nasional yang mewadahi warga negara Indonesia keturunan Tionghoa. Sejak berdiri pada 28 September 1998, organisasi ini telah berkembang dan memiliki jaringan di 31 provinsi serta ratusan kabupaten/kota di Indonesia.
Acara ditutup dengan penyerahan cinderamata dan ramah tamah yang berlangsung hangat, menandai komitmen bersama dalam memperkuat persatuan dan kontribusi sosial di Kalimantan Selatan.

