Bupati Banjar bersama jajaran pemerintah daerah dan kelompok tani dalam kegiatan Gapoktan Tambak Padi di Kecamatan Beruntung Baru. Sektor pertanian menjadi salah satu potensi yang terbuka untuk dikembangkan melalui investasi dan hilirisasi.

Dari Padi hingga Pariwisata, Kabupaten Banjar Buka Peluang Investasi Berbasis Potensi Lokal

Komentar
X
Bagikan

Republiktv- Memasuki usia ke-76 tahun, Kabupaten Banjar tidak hanya berbicara tentang capaian investasi, tetapi juga menyiapkan potensi baru untuk dikembangkan. Pertanian, perikanan dan pariwisata menjadi sektor yang diprioritaskan dalam beberapa tahun ke depan.

Pemerintah daerah juga membuka peluang investasi pada sektor hilirisasi agar berbagai komoditas lokal tidak berhenti sebagai bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai tambah.

Potensi Pertanian Jadi Modal Hilirisasi

Kabupaten Banjar memiliki potensi bahan baku yang cukup beragam, mulai dari padi dan karet hingga komoditas perikanan patin serta sektor peternakan.

Ketersediaan bahan baku tersebut membuka ruang bagi pengembangan industri pengolahan dan fasilitas pascapanen.

Peluang investasi antara lain pembangunan pabrik pengolahan pangan, pengembangan produk kemasan berbasis komoditas lokal, rumah pengemasan modern, hingga fasilitas penyimpanan dan rantai pendingin.

Pengembangan tersebut diarahkan untuk menangkap nilai ekonomi yang lebih besar dari komoditas yang dihasilkan di daerah.

Perikanan Berpeluang Dikembangkan

Sektor perikanan juga memiliki peluang yang cukup besar. Salah satu peluang yang secara khusus ditawarkan kepada investor adalah industri pengalengan dan fillet ikan beku.

Selain itu, produk olahan ikan patin juga dapat dikembangkan menjadi produk kemasan bernilai tambah. Pengembangan industri tersebut diharapkan mampu memperkuat rantai produksi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal.

Martapura-Gambut Punya Ruang Investasi

Peluang investasi juga terbuka pada sektor industri dan perdagangan. Wilayah Kertak Hanyar dan Gambut, misalnya, menjadi kawasan yang diminati untuk perdagangan dan reparasi serta perumahan, kawasan industri dan perkantoran. Sementara Martapura juga menjadi salah satu kawasan yang diminati untuk sektor hotel dan restoran.

Pariwisata Jadi Sektor Prioritas

Selain pertanian dan perikanan, pariwisata menjadi salah satu sektor yang diprioritaskan untuk dikembangkan. Kabupaten Banjar menawarkan peluang investasi berupa resort ramah lingkungan dan homestay tematik di destinasi wisata alam Aranio dan kawasan budaya Lok Baintan.

Peluang lainnya mencakup pembangunan hotel syariah berbintang di Martapura, restoran dan kafe tematik, serta berbagai fasilitas pendukung pariwisata.

 Lok Baintan menjadi salah satu potensi wisata budaya Kabupaten Banjar yang terbuka untuk dikembangkan melalui investasi pariwisata berbasis kearifan lokal.

Investasi Tidak Hanya pada Sektor Konvensional

Peluang investasi juga berkembang ke sektor tersier. Kebutuhan terhadap pusat distribusi, kawasan komersial, pergudangan modern, cold storage, jaringan telekomunikasi, serat optik hingga layanan internet pedesaan menjadi bagian dari peluang yang dapat dikembangkan.

Hal tersebut sejalan dengan kebutuhan memperkuat konektivitas dan mendukung digitalisasi pertanian maupun UMKM.

Di usia ke-76 tahun, Kabupaten Banjar memiliki pekerjaan besar untuk mengubah potensi menjadi kekuatan ekonomi. Pertanian, perikanan dan pariwisata tidak hanya dipandang sebagai sektor yang memiliki sumber daya, tetapi juga sebagai ruang investasi yang dapat menghasilkan nilai tambah.

Pemerintah Kabupaten Banjar menyatakan peluang investasi masih terbuka luas, khususnya pada sektor pertanian dan pariwisata, dengan dukungan regulasi yang memberikan kepastian dan kemudahan berusaha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *