BPBD Banjar Gelar Apel Siaga Karhutla 2026, Enam Kecamatan Jadi Wilayah Prioritas Pengawasan

Komentar
X
Bagikan

Republiktv- Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Apel Kesiapsiagaan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di halaman Kantor BPBD Kabupaten Banjar, Bincau, Martapura, Kamis (2/7/2026).

Apel tersebut menjadi langkah awal untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, serta koordinasi lintas instansi dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal.

Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, H. Yudi Andrea, mengatakan apel kesiapsiagaan merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi sekaligus mengevaluasi kesiapan seluruh unsur yang terlibat dalam penanggulangan Karhutla.

Menurutnya, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini diprediksi lebih panjang dengan kondisi yang lebih kering, sehingga meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Prediksi BMKG menyebutkan musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dan berada di bawah kondisi normal. Karena itu, diperlukan kesiapsiagaan dari pemerintah, masyarakat, Manggala Agni, serta seluruh pihak terkait untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Yudi mengungkapkan, hasil pemetaan pemerintah daerah menunjukkan terdapat enam kecamatan yang menjadi wilayah prioritas pengawasan, yakni Kecamatan Martapura Barat, Martapura Timur, Sungai Tabuk, Gambut, Kertak Hanyar, dan Cintapuri Darussalam. Wilayah tersebut dinilai memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi, terutama karena didominasi kawasan lahan gambut yang mudah terbakar saat musim kemarau.

Ia menegaskan, strategi utama pemerintah daerah tahun ini difokuskan pada langkah pencegahan melalui peningkatan kesiapsiagaan, patroli, serta sosialisasi kepada masyarakat.

“Pencegahan menjadi fokus utama. Target kita, kejadian Karhutla tahun ini dapat ditekan hingga 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya melalui kesiapsiagaan dan sosialisasi yang lebih masif kepada masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana untuk mendukung penanganan Karhutla, mulai dari pompa pemadam (alkon), selang, mesin pemadam, hingga mobil tangki air.

Selain kesiapan peralatan, BPBD juga mengaktifkan tiga posko utama, yakni Posko Induk di Kantor BPBD Banjar, Posko Martapura Barat, dan Posko Cintapuri Darussalam. Ketiga posko tersebut akan didukung sejumlah posko pembantu di beberapa kecamatan guna mempercepat respons apabila terjadi kebakaran.

Untuk mendukung operasional selama musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Banjar mengalokasikan anggaran sekitar Rp100 juta yang akan digunakan secara bertahap sesuai kebutuhan penanganan di lapangan.

Wasis mengungkapkan, pihaknya telah menangani beberapa kejadian kebakaran lahan dalam beberapa waktu terakhir. Berkat respons cepat petugas, api berhasil dikendalikan sehingga tidak meluas hingga ke kawasan permukiman warga.

Berdasarkan hasil evaluasi, penyebab kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Banjar masih didominasi aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar, meskipun sebagian kecil dipengaruhi faktor alam.

Karena itu, BPBD bersama instansi terkait akan terus mengintensifkan upaya pencegahan melalui berbagai bentuk edukasi kepada masyarakat, mulai dari pemanfaatan media sosial, siaran radio, pemasangan spanduk dan pamflet, hingga sosialisasi langsung di wilayah rawan Karhutla.

“Pencegahan menjadi kunci. Kami terus bersinergi dengan seluruh instansi terkait agar potensi Karhutla dapat diminimalkan sejak dini,” pungkas Wasis.

Melalui penguatan koordinasi lintas sektor, kesiapan personel, serta peningkatan edukasi kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap risiko kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau 2026 dapat ditekan sehingga dampaknya terhadap lingkungan, kesehatan, dan aktivitas masyarakat dapat diminimalkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *