Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari Resmi Dibuka untuk Umum

Komentar
X
Bagikan

Republiktv- Puncak Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis (13/8/2026), menjadi momentum dibukanya Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari untuk masyarakat umum. Masjid yang berada di kawasan perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan tersebut diharapkan menjadi ruang ibadah sekaligus pusat kegiatan keagamaan masyarakat Banua.

Pembukaan masjid ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Kalsel H. Muhidin, didampingi Ketua TP PKK Kalsel Hj. Fathul Jannah Muhidin, Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman, dan Ketua BKOW Kalsel Ellyana Trisya Hasnuryadi.

“Alhamdulillah, hari ini Kamis 13 Agustus 2026 bertepatan dengan puncak Hari Jadi ke-76 Kalimantan Selatan, Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari kita buka untuk masyarakat umum. Tentu kita berharap masjid ini tidak hanya megah secara bangunan, tetapi juga ramai dan makmur dengan kegiatan ibadah,” ujar Gubernur H. Muhidin.

Pembukaan berlangsung khidmat dengan pembacaan selawat, sebelum Gubernur H. Muhidin bersama Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman membuka pintu utama masjid. Keduanya kemudian meninjau bagian dalam masjid bersama jajaran Forkopimda dan pejabat Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Masjid tersebut dirancang dengan konsep arsitektur khas Banjar, berpadu dengan desain tropis yang terbuka untuk memaksimalkan sirkulasi udara dan pencahayaan alami. Kenyamanan jamaah juga menjadi perhatian melalui penataan ruang yang luas dan terbuka.

Gubernur H. Muhidin mengajak masyarakat, khususnya ASN yang beraktivitas di kawasan perkantoran Pemprov Kalsel, turut memakmurkan masjid dengan berbagai kegiatan keagamaan.

“Masjid ini sudah kita bangun dengan baik, sekarang tugas kita bersama adalah mengisinya. Saya mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk datang beribadah, melaksanakan kegiatan keagamaan dan menjadikan masjid ini sebagai tempat berkumpul dalam kebaikan,” katanya.

Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari berdiri di atas lahan sekitar 11 hektare, dengan bangunan utama sekitar 4.000 meter persegi dan kapasitas hingga sekitar 3.000–3.288 jamaah.

Pembangunan dilakukan secara bertahap sejak 2022. Selain bangunan utama, pengembangan kawasan mencakup bangunan penunjang, plaza, kolam, titian, minaret, area parkir, taman, vegetasi hingga penerangan jalan umum.

Atap masjid menggunakan bentuk limas yang terinspirasi arsitektur Banjar. Konsep tersebut dipadukan dengan sistem bangunan terbuka dan pemanfaatan energi alternatif untuk menghadirkan tempat ibadah yang representatif dan nyaman.

Penggunaan nama Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari juga menjadi penghormatan terhadap ulama besar asal Kalimantan Selatan yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan Islam di Banua.

Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari lahir di Lok Gabang, Martapura, pada 17 Maret 1710 dan wafat di Dalam Pagar, Martapura, pada 3 Oktober 1812. Warisan keilmuan dan dakwahnya hingga kini menjadi bagian penting dalam sejarah Islam di Kalimantan Selatan.

Gubernur H. Muhidin berharap semangat keilmuan dan dakwah Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dapat terus dihidupkan melalui keberadaan masjid tersebut.

“Kedepan, di masjid ini insya Allah akan ada Islamic Center. Maka dari itu, mudah-mudahan semangat beliau dalam ilmu dan dakwah juga bisa kita teruskan melalui masjid ini, sehingga keberadaannya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kalimantan Selatan,” pungkasnya.

Dengan dibukanya Masjid Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari untuk umum, Kalimantan Selatan kini memiliki satu lagi ruang yang diharapkan dapat memperkuat identitas Banua sebagai daerah yang religius, sekaligus menjadi tempat masyarakat beribadah, belajar, dan menebarkan manfaat bagi sesama. (adpim).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *