Advertorial Kalimantan Selatan NARASI

Pemprov Kalsel Kirim Tim Tagana dan Pramuka Peduli Bantu Penanganan Banjir di Sumatera Barat

Pemprov Kalsel Kirim Tim Tagana dan Pramuka Peduli Bantu Penanganan Banjir di Sumatera Barat

republiktv,-Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kalsel kembali mengirimkan personel untuk membantu penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat. Sebanyak 9 personel Tagana serta Satgas Pramuka Peduli diberangkatkan sebagai respon cepat terhadap kondisi darurat yang masih berlangsung.

Kepala Bidang Penanganan Bencana Dinsos Kalsel, Achmadi, menjelaskan bahwa tim yang dikirim terdiri dari personel dengan keahlian khusus yang sangat dibutuhkan di lokasi bencana. “Tim terdiri dari spesialis dapur umum yang mampu menangani hingga 10.000 paket makanan per hari, layanan dukungan psikososial (LDP), serta ahli Collapsed Structure Search and Rescue (CSSR) untuk pencarian korban di bawah reruntuhan,” ujarnya.

Kondisi Lapangan Masih Sulit

Menurut Achmadi, beberapa wilayah terdampak, terutama Kabupaten Agam, masih sulit dijangkau akibat jalur transportasi yang terputus. Kehadiran Tagana Kalsel diharapkan dapat mempercepat proses pencarian korban, pelayanan dapur umum, serta pemulihan psikososial bagi para penyintas.

“Kondisinya benar-benar luluh lantak. Akses menuju Padang dan sejumlah daerah lain masih terbatas. Tim kami akan fokus membantu pencarian, membuka dapur umum, serta memberikan layanan psikososial,” jelasnya.

Bantuan Gelombang Kedua dan Rencana ke Aceh

Dinsos Kalsel juga menyiapkan bantuan gelombang kedua berupa permakanan dan kebutuhan dasar, termasuk makanan siap saji, popok bayi, serta kebutuhan spesifik perempuan. “Setelah kebutuhan di lapangan terdata, bantuan akan segera disalurkan dan diserahkan secara simbolis oleh pimpinan, baik Gubernur atau perwakilannya,” tambah Achmadi.

Selain Sumatera Barat, Dinsos Kalsel tengah mematangkan rencana pengiriman bantuan ke Provinsi Aceh, yang terdampak siklon serupa. “Kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial. Mereka meminta tambahan pasukan Tagana Kalsel untuk Aceh. Kondisinya disebut sangat parah, bahkan lebih berat dibanding beberapa bencana sebelumnya,” ungkap Achmadi.

Untuk tahap awal, diperkirakan 5–6 personel tambahan akan diberangkatkan. Meski terkendala anggaran dan biaya perjalanan tinggi, Achmadi menegaskan bahwa kesiapan tim tidak terganggu. “Anggaran terbatas bukan masalah. Kami memantau perkembangan dalam 1–2 hari ke depan dan siap bergerak kapan pun dibutuhkan,” tegasnya.

Penanganan Terkoordinasi

Achmadi memastikan seluruh proses penanganan dilakukan secara terkoordinasi, mulai dari pemetaan kebutuhan hingga pengiriman bantuan. “Kami terus memonitor perkembangan dan mengidentifikasi kebutuhan paling mendesak. Saat ini, permakanan merupakan kebutuhan utama para penyintas,” tutupnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *