Menteri Kehutanan dan Kepala BNPB Temui Gubernur Kalsel, Bahas Penanganan Karhutla

Komentar
X
Bagikan

Republiktv- Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhidin menerima kunjungan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Panglima Kodam XXIV/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Ariffin, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto di kediaman pribadinya, Jalan Lingkar Selatan, Banjarmasin, Selasa (22/9/2026) malam.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Komandan Korem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel Ronny Eka Saputra.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Muhidin mengatakan, Menteri Kehutanan meminta pemaparan mengenai kondisi terkini karhutla di Kalimantan Selatan sebagai bahan evaluasi dan penentuan langkah penanganan selanjutnya.

“Pak Menteri tadi minta nanti dipaparkan kondisi (karhutla,red) di Kalimantan Selatan,” ucap Muhidin.

Pemaparan tersebut rencananya disampaikan dalam Rapat Koordinasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan dalam rangka Pemantauan dan Evaluasi Dampaknya terhadap Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Provinsi Kalsel, yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Pangan di Jakarta pada Kamis (24/9/2026).

Saat ini, penanganan karhutla di Kalsel terus dilakukan Gubernur bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Sejumlah titik menjadi fokus penanganan, di antaranya kawasan Guntung Damar, Banjarbaru, Pengayuan, Landasan Ulin, serta hutan lindung di sepanjang Jalan Gubernur Syarkawi, Kabupaten Banjar.

Bahkan, pada Selasa sore (22/9/2026), Muhidin bersama jajaran Forkopimda turun langsung berjibaku memadamkan api dan menghadapi kepulan asap tebal di kawasan Jalan Gubernur Syarkawi Kilometer 17, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pemadaman berjalan di lapangan sekaligus melihat secara langsung kondisi wilayah yang terdampak asap.

Rombongan juga meninjau dapur umum penanganan karhutla di kawasan Pengayuan dan Guntung Damar guna memastikan ketersediaan logistik serta kebutuhan petugas tetap terpenuhi selama operasi berlangsung.

Selanjutnya, Gubernur mengunjungi Rumah Sakit Sambang Lihum untuk melihat kondisi kawasan rumah sakit yang sempat dikepung asap hingga menyebabkan sejumlah pasien harus dievakuasi.

Sementara itu, sebelum bertolak ke Kalimantan Selatan, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto telah lebih dahulu meninjau penanganan karhutla di Kalimantan Tengah pada Rabu (23/9/2026).

Keduanya bahkan berkantor sementara di provinsi tersebut untuk mengawal langsung upaya penanganan kebakaran dan kabut asap. Agenda yang semula berfokus pada peninjauan lapangan diperpanjang selama beberapa hari guna memastikan penanganan berjalan optimal.

Suharyanto menyampaikan, selain kebakaran, kabut asap menjadi persoalan serius yang membutuhkan penanganan tersendiri. Hingga kini, belum tersedia teknologi yang dapat menghilangkan asap secara langsung karena penyebarannya sangat dipengaruhi faktor alam, terutama angin dan hujan.

Untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah terdampak, pemerintah mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Namun, pelaksanaannya sempat terkendala jarak pandang rendah di Bandara Cilik Riwut sehingga pesawat OMC belum dapat beroperasi.

Melalui koordinasi lintas wilayah dan dukungan berbagai unsur, pemerintah berharap penanganan karhutla di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dapat semakin terpadu, baik dalam upaya pemadaman maupun pengendalian dampak kabut asap terhadap masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *